(Isto Widodo) Kata fiksi mengambil perhatian. Bang Rocky Gerung memulainya. Ia mengatakan bahwa kitab suci adalah fiksi. Lalu disahut oleh berbagai pro dan kontra di kalangan netizen yang ‘mendadak jadi filosof’. Yang pro mengatakan bahwa fiksi lain dengan fiktif. Yang kontra mengatakan bahwa fiktif itu kata sifat yang mengacu pada fiksi itu sendiri, yang kurang lebih artinya tidak nyata dan imajinatif. Negatifnya dikatakan bahwa fiksi itu “boong-boongan”. Puthut Ea membalas dalam tulisannya di Mojok.co. Isi gampangnya begini: “ngawur aja mengatakan bahwa fiksi itu negative, boong-boongan.” Kata dia, fiksi itu produk imajinatif yang menggerakkan peradaban, yang menyelamatkan manusia, yang membuat manusia bisa beradaptasi dan survive di dunia yang terus berubah ini. Bahkan emua produk teknologi baik teknologi ‘keras’ maupun teknologi social juga berkaitan dengan penggunaan imajinasi manusia. Saya termasuk netizen yang mendadak jadi filosof tadi, dan saya sepenuhnya s...