Langsung ke konten utama

Postingan

MENAGIH FUNGSI DISTRIBUSI DAN ALOKASI EKONOMI NEGARA (Bagian 2)

cartoon by Lisa Sosialisme dan Resiko Ekonomi Sosialisme menolak argumen kapitalisme bahwa semua pencapain individual hanya merupakan usaha individu itu sendiri. Pun dengan resikonya. Benar bahwa pencapaian adalah serangkaian hasil dari tindakan-tindakan dengan resikonya masing-masing. Benar pula bahwa resiko inheren ketika pencapaian sudah teraih. Tetapi siapa yang sebenarnya telah melakukan usaha-usaha, pilihan-pilihan dan menanggung resiko-resikonya? Apakah mungkin pengejaran tujuan-tujuan individual bisa menghasilkan keseimbangan dan mewujudkan kesejahteraan bagi semua anggota masyarakat? Bagi sosialisme, tidak ada individu atomik, individu yang benar-benar terpisah dari entitas lain. Semua entitas sosial sebenarnya terhubung dalam relasi-relasi dan pertukaran-pertukaran. Apa yang dilakukan oleh seorang individu hanya bisa menjadi gagasan dan hanya bisa terwujud jika dan hanya jika kondisi sosial memungkinkan untuk itu. Pemikiran bahwa usaha individu hanya memak...
Postingan terbaru

Cerita Asyik Saat Musim Mudik

Mumpung perdebatan soal mudik dan pulang kampung sudah mereda (?) saya juga ingin cerita soal mudik. Tujuannya bukan untuk memperdebatkan apakah keduanya ada bedanya. Hanya ingin cerita sedikit saja sebagai mantan orang desa dan sekarang tinggal di daerah tempat asal orang mudik. Masuknya Kata Mudik Jadi, kata mudik relatif baru masuk dalam perbendaharaan kata di daerah saya, saya tidak tahu di daerah lain. Semula kita menyebutnya sebagai   “bali” (pulang). Belakangan ditambahi ndeso. Belakangan kata mudik dipopulerkan oleh para diaspora kami di Jabodetabek yang bali tadi. Jadi istilah mudik itu sebenarnya kata serapan yang menjadi populer di daerah kami karena pengaruh budaya Betawi atau budaya Jabodetabek yang menyebut ‘bali’ sebagai mudik. Pun sebenarnya penambahan kata ‘ndeso’ itu juga bukan asli dari daerah kami. Itu pengaruh dari penyebutan daerah urban atau bahkan daerah terisolasi macam daerah kami sebagai ‘ndeso’. Setahu saya dalam paradigma modernisasi yan...

MENAGIH FUNGSI DISTRIBUSI DAN ALOKASI EKONOMI NEGARA (BAGIAN 1)

Tulisan ini bisa disebut sebagai tanggapan atas data yang dibagi (dishare) dalam status Guru Saya, penulis dan budayawan Sumatera Barat terkemuka, Datuk Hasril Chaniago. Saya ditag bersama dengan banyak guru besar dan Begawan ekonomi dan sosial, salah satunya Bapak Didik Rachbini. Tentu saja saya tidak bisa disandingkan kepakaran dan reputasinya dengan beliau-beliau. Oleh karena itu tag dari seorang terkemuka dan bersama orang-orang terkemuka adalah sebuah kehormatan bagi saya.   Tanggapan sederhana ini hanyalah sedikit dari kengawuran saya yang boleh anda lewatkan jika terasa tidak berbobot atau bahkan mengganggu. Datuk Hasril menginformasikan data terbaru yang dirilis oleh lembaga keuangan internasional terpercaya Credit Suisse. Dalam data itu disebutkan bahwa 46% kekayaan penduduk Indonesia dikuasai oleh 1% warga. Sisanya yang 545 terbagi kepemilikannya di antara 99% rakyat Indonesia lainnya. Angka ini serupa dengan cara untuk menghitung ketimpangan ekonomi sebuah ne...

CORONA, TRACING DAN KEDIKTATORAN DIGITAL

Corona ini bikin ribet semua orang sudah tahu. Kejamnya, dia Cuma ngasih dua pilihan. Pilihan pertamanya adalah tidak mau ribet dan terancam banyak yang kena dan banyak yang mati. Sedangkan pilihan keduanya adalah, mau ribet dan memang tidak ada jaminan tidak ada yang mati. Tetapi jika sistematis maka keribetan itu bisa menekan angka kematian. Keribetan yang dimaksud adalah mempersiapkan segala sumber daya untuk menekan penularan dan kalau sudah tertular keribetannya ditambah dengan bagaimana proses isolasi dan kurasinya. Salah satu jenis keribetan jika anda tak memilih lockdown, atau anda pilih lockdown sekalipun adalah melakukan penelusuran alias tracing. Tracing adalah kunci agar penularan bisa ditekan dan juga menjadi bagian dari pemutusan mata rantai penularan. Kecepatan dan kualitas tracing akan menentukan seberapa lama dan seberapa keparahan wabah bisa ditekan. Tapi memang ribet. Semua orang tahu itu. Seratus tahun yang lalu ketika wabah Flu Spanyol mobilitas orang...

SEKALI-KALI BELA PAK LUHUT

Semua pasti tahu Pak Luhut. Tak perlulah saya menguraikan bagaimana orang mengenal beliau. Ada yang suka dan banyak juga yang tak suka. Wajar. Beberapa hari yang lalu, Pak Luhut mengeluarkan pernyataan yang ‘eksentrik’ dan sedikit ‘nakal’: beliau ingin mengundang wisatawan tiga negara, yaitu China, Korea dan Jepang. Yang dikritik oleh publik adalah itu dilakukan di saat wabah Corona yang belum jelas kapan berakhirnya.   Tentu saja serangan publik luar biasa. Ada yang menuduh Pak Luhut lebih menguntungkan cuan daripada kemanusiaan bahkan ada yang menuduhnya sebagai pengkhianat (gak tahu apa yang dimaksud pengkhianat dalam hal ini). Kritiknya sendiri wajar untuk beberapa alasan: pertama, memang sedang terjadi wabah corona yang luar biasa. Kita tentu harus sangat berhati-hati. Mengutamakan kesehatan masyarakat jelas sesuatu yang menjadi prioritas. Kedua, apapun yang melibatkan manusia dalam jumlah banyak memungkinkan penyebaran menjadi semakin massif. Akibatnya kita tida...

Kala Duryudana dan Arjuna Rebutan Kresna

Sejenak kita lupakan dulu soal wabah Corona dan segala seluk beluk keribetannya. Kita cerita yang lain dulu; mungkin hanya sekedar cerita pengisi waktu, mungkin juga ada sedikit maknanya. Menurut yang empunya cerita, beberapa waktu sebelum Bharatayudha dimulai, terjadi perdebatan serius antara pihak Kurawa dan Pandawa. Duryudana di pihak Kurawa dan Arjuna, Sang Menteri Luar Negeri dan Pertahanan di pihak Pandawa. Ceritanya bermula saat Durna mengusulkan pada Duryudana agar membujuk Kresna supaya dalam Bharatayudha nanti berada di pihak Kurawa.   Durna adalah professor-nya Kurawa dan Pandawa. Ia adalah waskita yang pandangannya ‘ beyond reality ’. Dia tahu Kresna sangat penting perannya. Maka berangkatlah Duryudana menemui Kresna. Sebagai raja, ia memerlukan datang sendiri mengingat kedudukan dan reputasi agung Kresna. Di pihak Pandawa juga sedang terjadi keriuhan. Kresna selama ini memang berpihak pada Pandawa. Tetapi kadang-kadang pendapat Kresna juga tidak...

MEMPERSIAPKAN EPISODE ‘KENORMALAN SEMENTARA’

Gambar:Vectorstock   Beratnya dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 sudah kita ketahui hanya dari angka-angka makro sederhana. Dari jumlah angka pengangguran Amerika Serikat misalnya, sampai saat ini sudah mencatat  16 juta pengangguran India mencapai 23% dari angkatan kerjanya, Eropa hanya sampai akhir maret mencapai 1 juta dan bahkan Afrika diperkirakan bisa kehilangan 50% lapangan pekerjaan. Indonesia sendiri diperkirakan sampai saat ini sudah tercatat 1,2 juta orang menjadi pengangguran. Itu baru dari sektor formal, jika dijumlah dengan sektor informal tentu akan lebih besar lagi. Dunia diperkirakan akan mengalami resesi yang cukup dalam. Maka tidak heran jika dana mitigasi dan stimulus recovery ekonomi yang dianggarkan sangat besar. Pernyataan bersama negara-negara G-20 pada 20 Maret menyebutkan angka 5 triliun dollar. Tetapi dalam perkembangannya, sampai saat ini Amerika Serikat saja sudah menganggarkan hingga lebih dari 4 triliun dollar, Jepang mungkin akan ...