cartoon by Lisa Sosialisme dan Resiko Ekonomi Sosialisme menolak argumen kapitalisme bahwa semua pencapain individual hanya merupakan usaha individu itu sendiri. Pun dengan resikonya. Benar bahwa pencapaian adalah serangkaian hasil dari tindakan-tindakan dengan resikonya masing-masing. Benar pula bahwa resiko inheren ketika pencapaian sudah teraih. Tetapi siapa yang sebenarnya telah melakukan usaha-usaha, pilihan-pilihan dan menanggung resiko-resikonya? Apakah mungkin pengejaran tujuan-tujuan individual bisa menghasilkan keseimbangan dan mewujudkan kesejahteraan bagi semua anggota masyarakat? Bagi sosialisme, tidak ada individu atomik, individu yang benar-benar terpisah dari entitas lain. Semua entitas sosial sebenarnya terhubung dalam relasi-relasi dan pertukaran-pertukaran. Apa yang dilakukan oleh seorang individu hanya bisa menjadi gagasan dan hanya bisa terwujud jika dan hanya jika kondisi sosial memungkinkan untuk itu. Pemikiran bahwa usaha individu hanya memak...
Mumpung perdebatan soal mudik dan pulang kampung sudah mereda (?) saya juga ingin cerita soal mudik. Tujuannya bukan untuk memperdebatkan apakah keduanya ada bedanya. Hanya ingin cerita sedikit saja sebagai mantan orang desa dan sekarang tinggal di daerah tempat asal orang mudik. Masuknya Kata Mudik Jadi, kata mudik relatif baru masuk dalam perbendaharaan kata di daerah saya, saya tidak tahu di daerah lain. Semula kita menyebutnya sebagai “bali” (pulang). Belakangan ditambahi ndeso. Belakangan kata mudik dipopulerkan oleh para diaspora kami di Jabodetabek yang bali tadi. Jadi istilah mudik itu sebenarnya kata serapan yang menjadi populer di daerah kami karena pengaruh budaya Betawi atau budaya Jabodetabek yang menyebut ‘bali’ sebagai mudik. Pun sebenarnya penambahan kata ‘ndeso’ itu juga bukan asli dari daerah kami. Itu pengaruh dari penyebutan daerah urban atau bahkan daerah terisolasi macam daerah kami sebagai ‘ndeso’. Setahu saya dalam paradigma modernisasi yan...